Rekaman [bergerak]

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

  • Nama Achmad Arievie
  • Nama keluarga Kasto Soetoredjo

Ringkasan

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali terjadi kup lawan lagi. Dan juga terdapat jam malam. Kelihatannya masa yang akan datang saya di Suriname kurang menarik. Begitulah saya ambil keputusan untuk pergi ke Venezuela. Saya membutuhkan sesuatu yang lain, kebudayaan yang baru. Seorang tante tinggal di sini pada waktu itu. Saya berangkat pada tanggal 27 Juni 1983 dan bagi saya itulah pertama kali berada di Venezuela. Pada permulaan saya sangat merasa kehilangan abang-abang dan orang tua, tetapi di Venezuela saya tidak merasa sendirian. Orang-orang di Venezuela hidup diiringi kebudayaan yang hangat. Saya sangat merasa diterima orang, jadi miskin maupun kaya tidak apa-apa. Hari pertama di Venezuela masih kuingat dengan baik. Waktu mengambil taksi di Caracas dan melihat rumah gubuk terletak menjelang lereng gunung. Saya tanya kepada sopir taksi: “Sangkar burung dara itu atau apakah betul orang tinggal di sana?” Ternyata itu memang rumah-tinggal orang miskin. Saya terkejut karena di Suriname saya tidak pernah melihat rumah-rumah gubuk.
[Migrasi dan Transnasionalisme]

Pada waktu keberangkatan ke Venezuela saya gampang untuk menemukan perumahan. Sama juga untuk menemukan pekerjaan. Kerja dapat ditemukan pada tiap pojok jalan. Pada waktu baru tiba di Venezuela saya bekerja di pabrik lemari pakaian. Itu berlangsung selama delapan bulan. Ketika itu seorang teman memberi saran untuk bekerja di restoran sebagai ‘waiter’. Katanya gaji lebih tinggi di restoran daripada di pabrik. Akhirnya saya menjadi koki kepala. Saya sudah menjadi koki kepala waktu saya berdinas di Suriname. Saya tidak pernah mengira akan menjadi koki kepala. Seseorang minta kepada saya apakah saya tertarik pada memulai restoran baru bersama dia. Jawaban saya: “Inilah betul-betul kejutan bagi saya, pertama kali saya akan mengambil risiko seperti itu. Tetapi saya akan membuatnya.” Demikian cara saya dengan sepenuh hati mebiasakan diri dengan profesi koki kepala itu, dan dengan hasil yang baik. Pada tahun 2007 terjadi kejutan yang baru. Saya diundang seorang teman ke klub tenis. Di pinggir kolam renang ada suatu lokal dan dia bertanya apakah saya berminat berbuat sesuatu dengan ruangan itu. Saya pikir: inilah permulaan suatu petualangan baru. Demikian saya mengambil keputusan. Di restoran saya hidangan-hidangan makanan sendiri diperkembangkan. Tiap kali akan memasak sesuatu yang baru anggota-anggota diundang untuk datang mencoba. Apabila mereka suka hidangan itu mereka boleh membayar, apabila tidak juga tidak usah membayar. Nah, sampai sekarang semuanya positif. Yang dimasak berbeda jenis rasa bami yaitu rasa merica, rasa kari, rasa kecap dan rasa tomat. Sebetulnya suatu paduan dari makanan Jawa, Suriname dan juga sedikit Jepang. Yang dibikin adalah sup-sup, tetapi juga pizza rasa Jawa. Itu saya sebut Pizza Oriental. Mimpi saya adalah untuk menulis buku masakan. Sudah dikumpulkan 60 resep.
[Buruh dan Wirausaha]

Di sini, di restoranku di Caracas terlihat nasionalitas yang berbeda: Kolombia, Dominika, Peru, dan Spanyol. Kebanyakan pelanggan saya menyebut saya Chino: orang Cina. Mereka heran melihat orang Cina yang bekerja di restoran Spanyol. Jawaban saya selalu: “Saya bukan orang Cina, saya orang Jawa.” Seringkali mereka malah tidak tahu letaknya Suriname. Maka harus saya jelaskan. Mereka mengira Suriname di Asia. Tetapi itulah akibatnya hanya terdapat kurang dari empat puluh orang Suriname, dan di antara mereka hanya dua orang Jawa. Hampir 30 tahun saya sudah tinggal di Venezuela tetapi rasanya baru tiba kemaren. Saya kurang suka menukar Venezuela bagi negeri yang lain. Lebih suka Venezuela daripada Suriname. Cara hidup lebih baik di sini, dan saya bilang itu dengan jujur. Tetapi saya tidak pernah akan melupakan kebudayaan sendiri. Saya betul-betul bangga menjadi orang Suriname berasal Jawa. Kebudayaan Jawa selalu di batin saya, selalu dibawa kemana-mana.
[Kebudayaan dan Identitas]

Wawancara lengkap

 

Wawancara: Anne Alidarso
Tanggal wawancara: 18-04-2010

Achmad_Arievie_Kasto_Soetoredjo_08_portrait_18-april-2010.jpg    Achmad_Arievie_Kasto_Soetoredjo_01_portrait_18-april-2010.jpg    Achmad_Arievie_Kasto_Soetoredjo_03_portrait_18-april-2010.jpg

Lokasi wawancara

  • Suriname 1960 - 1983
  • Venezuela 1983 -

Beri nilai wawancara ini

692 pemilih , id, Rating: 3.0 Rating_off Rating_off Rating_off Rating_off Rating_off