Latihan dan Pendidikan

Pendidikan merupakan tema yang penting bagi orang Jawa Suriname. Dalam konteks Suriname, kekurangan pendidikan di distrik ‘Jawa’ Commewijne menyebabkan perlakuan diskriminasi terhadap penduduk asal Jawa selama periode yang cukup lama. Perlakuan diskriminasi itu pada umumnya lebih parah bagi wanita daripada pria, karena pendidikan untuk anak laki-laki dianggap lebih penting daripada pendidikan untuk anak perempuan. Generasi tua lebih biasa belajar dengan cara memperhatikan sesuatu. Dengan cara ini, pengetahuan dan pengalaman diturunkan dari generasi ke generasi. Dalam riwayat hidup yang dikumpulkan di Indonesia dan di negeri Belanda, kita dapat membaca bagaimana generasi muda berhasil menggunakan kesempatan pendidikan di kedua negara itu. Generasi muda, baik pria maupun wanita, menunjukkan mobilitas sosial ke atas.


Gedung sekolah di perkebunan gula Mariënburg, sekitar tahun 1930

Tema ini ditemukan dalam riwayat hidup:

Achmad Djoeneri 

Achmad Ismaïl

Antonius Dasiman Senawi

Legiman Kasan Mustar (alias Darman)

Rita Tjien Fooh- Hardjomohamed

Robert Samuel Bosari

Saimin Redjosentono

Sakri Ngadi

Samingat

Sawal Karman 

Simon Sanwikarja

Siyem

Soedjiman Dipowidjojo 

Soeëb Danoe

Soehirman Patmo 

Teguh Sastropawiro

Tuminah

 

 

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Djoenerie

Achmad Djoeneri

Ik was 9 jaar toen Pater Spekman op bezoek kwam bij mijn opa, bij wie ik opgroeide. Pater Spekman sprak goed Javaans. Hij vroeg mijn opa...