Kelompok orang Suriname asal Jawa memiliki sejarah migrasi yang kaya: sejak tahun 1890 mereka meninggalkan Indonesia untuk Suriname. Kemudian sebagian kembali lagi ke Indonesia, dan ada yang berangkat ke negeri Belanda dan negara-negara lain. Dengan tujuan mendapat gambaran yang lebih jelas mengenai pergerakan migrasi serta pengalaman pribadi kelompok pendatang Jawa, diadakan suatu projek ‘oral history’ tentang tema migrasi dan pembentukan warisan budaya antara orang Jawa di Suriname, Indonesia dan negeri Belanda. Sekarang ada gambar di Facebook: "Seminar Migrasi dan Warisan Budaya" Penyani Jawa-Surinam Ragmad Amatsam meninggal dunia.Lebih banyak informasi (dalam bahasa Belanda) di Wereldomroep, RBU den STICHJI Tempo: 'Mengungkap Identitas Jawa di Negeri Belanda' Jakarta Post: 'Proud to be Javanese' Jakarta Post: 'Tracing the life history of Javanese-Surinamese' Radio Nederland Wereldomroep: 'Menguak Warisan Budaya Jawa-Surinam di Belanda' Ibrahim Isa: Berbagi Cerita ‘Penjajah’ Jawa di perkebunan Meerzorg, Suriname kira-kira tahun 1930.

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Djoenerie

Achmad Djoeneri

Ik was 9 jaar toen Pater Spekman op bezoek kwam bij mijn opa, bij wie ik opgroeide. Pater Spekman sprak goed Javaans. Hij vroeg mijn opa...