Orang Jawa-Suriname di Sint Michielsgestel

Cerita migrasi orang-orang Jawa Suriname di Sint Michielsgestel telah mulai dalam bulan-bulan sebelum kemandirian Suriname pada tanggal 25 November 1975. Perkebunan gula Mariënburg, yang bertahun-tahun lamanya telah menjadi majikan paling besar dan penting bagi orang Jawa, menjadi pailit dan harus tutup. Untuk waktu yang lama para karyawan tetap tercantum pada daftar gaji pemerintah Suriname tetapi selain itu dibiarkan menghadapi nasibnya. Pada waktu yang sama terdapat keresahan politik di negeri itu. Pemerintah Belanda telah melalaikan untuk mengundang politisi Hindustan dan Jawa pada meja perundingan. Bagi politisi Hindustan dan Jawa inilah menguatkan kekhawatiran besar bahwa bagi mereka tidak akan ada peranan lagi dalam Suriname setelah kemandirian. Supaya mendorong pemerintah Belanda jangan meneruskan Kemandirian itu maka politisi Jawa Salam Somohardjo, pemimpin politik partai Jawa Pendawalima, dan Riboet Dasiman mengancam untuk secara masal membawa semua buruh Jawa yang dirugikan dari perkebunan Mariënburg ke negeri Belanda. Terhadap orang Jawa mereka berjanji akan mengembalikan mereka ke pulau Jawa melalui negeri Belanda. Pada akhirnya hanya satu kapal terbang berangkat ke Belanda. Pada tanggal 31 Oktober 1975 sekelompok 398 orang tua Jawa tiba di Schiphol. Seratus dari mereka ditampung di seminari Beekvliet di Sint Michielsgestel. Pada 11 Maret 1982, pada prakarsa sendiri, sejumlah 14 orang Jawa berangkat menuju tanah kelahiran mereka di Jawa. Bagi orang yang ditinggalkan, pada permulaan tahun 1988, terlaksanakan perumahan orang jompo Nieuw Beekvliet. Kemudian yang menyusul adalah kelompok-kelompok perumahan senior bagi orang Jawa-Suriname lanjut usia di Den Haag, Rotterdam en Hoogezand-Sappemeer.

Sumber-sumber:
Breunissen, K. en F. Grasveld (1990). 'Ik ben een Javaan uit Suriname'. Hilversum: Stichting Ideële filmproducties.
Budike, F. (1982). Surinamers naar Nederland; de migratie van 1687-1982, Amsterdam: Instituut Voortgezet Agogisch Beroepsonderwijs.
Oostindie, G. (1990). ‘Preludes to an exodus: Surinamers in The Netherlands’ Dalam: Gary Brana-Shute (ed.), Resistance and rebellion in Suriname : Old and new, h.. 231-258. Williamsburg, VA: Dept. of Anthropology, College of William and Mary.
Ramsoedh, H. (1993). ‘De geforceerde onafhankelijkheid.’ In: OSO, 12(1):43-61. Verhey E. & G. van Westerloo (1984). ‘De weg terug naar Java’. Dalam: Vrij Nederland, 22(12): 3-47.

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Djoenerie

Achmad Djoeneri

Ik was 9 jaar toen Pater Spekman op bezoek kwam bij mijn opa, bij wie ik opgroeide. Pater Spekman sprak goed Javaans. Hij vroeg mijn opa...