Mariënburg

Mariënburg adalah perkebunan gula Suriname yang didirikan pada abad ke-delapanbelas. Dalam tahun 1880 Nederlandsche Handel-Maatschappij membeli Mariënburg, yang kemudian dimodernisasi secara mendasar. Perkebunan Suriname pertama yang mendapat cahaya listrik, jalan kereta api dan sistem panci vakum yang baru. Mariënburg menjadi perkebunan paling besar di Suriname dan salah satu dari perkebunan gula terbesar di dunia. Namun demikian hasil ekonomis berubah-ubah. Dalam tahun tiga puluhan diperlukan bantuan pemerintah supaya perkebunan tetap berputar.

Mariënburg ‘yang baru’ menjadi majikan paling besar di jajahan dan hampir sama sekali tergantung pada buruh kontrak Inggeris-India dan Jawa. Ribuan orang Jawa bekerja pada lapangan dan pabrik Mariënburg. Kira-kira seperempt dari semua buruh kontrak Jawa di Suriname telah bekerja di Mariënburg dalam masa 1900-1930.

Sudah Perang Dunia Kedua otomatisasi Mariënburg diteruskan. Penyuling rum baru dibuka pada tahun 1954. Pada tahun 1964 perkebunan dijual kepada Rubber Cultuur Maatschappij Amsterdam (RCMA). Itu juga bukan merupakan pemecahan masalah dan pada 1974, bagi harga simbolis Sfl. 1,-, Mariënburg diserahkan kepada negara Suriname. Walaupun begitu pabrik itu tutup pada tahun 1986; ditinjau dari sudut hukum buruh-buruh itu belum pernah dipecat. Mereka hidup di kampong dahulu dalam keadaan melarat. Dengan berjalannya waktu selalu ada rencana-rencana baru untuk dapat mendayagunakan perkebenunan sekali lagi, tetapi sampai hari ini tidak satu pun dari rencana itu diwujudkan.

Tempat pendaratan di perkebunan Mariënburg dari Nederlandse Handel Maatschappij terletak pada Commewijnerivier di Suriname, sekitar 1920.

Sumber: Hoefte, R., A social history of British Indian and Javanese laborers in Suriname. Gainesville: University Press of Florida, 1998

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Djoenerie

Achmad Djoeneri

Ik was 9 jaar toen Pater Spekman op bezoek kwam bij mijn opa, bij wie ik opgroeide. Pater Spekman sprak goed Javaans. Hij vroeg mijn opa...