Introduksi ‘Javanen in diaspora’ (Orang Jawa di diaspora)

Proyek ini merupakan kerja sama antara Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde (KITLV) dan Stichting Comite Herdenking Javaanse Immigratie (STICHJI). KITLV melaksanakan wawancara di Suriname dan Indonesia dengan bantuan dari Vereniging Herdenking Javaanse Immigratie di Suriname dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). STICHJI yang menangani wawancara di negeri Belanda. Wawancara yang dikumpulkan kemudian digunakan untuk penyusunan cerita-cerita yang dipresentasikan kepada masyarakat umum melalui buku dengan judul ‘Migrasi dan warisan budaya’ dan situs ini.

Di situs ‘Javanen in diaspora’ ini, dapat ditemukan bahan wawancara yang dikumpulkan dan diolah dalam rangka proyek tersebut. Bahannya bisa dicari dengan menggunakan nama pencerita atau berdasarkan tema. Dari tiap wawancara diseleksi tiga sampai empat cuplikan yang paling menarik perhatian, berdasarkan tema. Cuplikan ini dikaitkan dengan konteks historis melalui informasi mengenai sejarah orang Jawa Suriname. Jika cuplikan membuat Anda ingin tahu cerita lengkap, Anda dapat mendengarkan seluruh wawancara.

Pewawancara yang ditugaskan di negeri Belanda mempunyai latar belakang Jawa Suriname. Pewawancara di Suriname dan Indonesia diseleksi oleh VHJI dan LIPI.

Pembuatan situs ditangani KITLV dengan bantuan dana dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan. STICHJI menyiapkan sebagian besar isinya dengan bantuan dana dari Mondriaan Stichting dan Fonds1818.

Ini adalah situs yang dinamis. Kami mengharapkan bantuan Anda melalui berbagi-bagi cerita demi memperluas kumpulan riwayat hidup ini. Untuk itu, mohon kirim e-mail ke stichji@yahoo.com atau kitlv@kitlv.nl. Kami senang menghubungi Anda.

Kolofon
Koordinasi proyek: Rosemarijn Hoefte (KITLV) dan Hariëtte Mingoen (STICHJI)

Koordinasi situs internet: Michelle van den Berk

Redaksi: Yvette Kopijn

Seleksi kutipan: Lisa Djasmadi, Rosemarijn Hoefte, Yvette Kopijn dan Hariëtte Mingoen

Terjemahan kutipan dari bahasa Indonesia dalam bahasa Belanda: Hariëtte Mingoen dan Sven Aalten

Teks sejarah: Rosemarijn Hoefte, Yvette Kopijn

Pewawancara VHJI: Soenarjo Moestadja dan Johan Sarmo

Pewawancara LIPI: Amorisa Wiratri dan Ayumi Malamassam

Pewawancara STICHJI: Anne Alidarso, Marius Atmoredjo, Lisa Djasmadi, Hariëtte Mingoen, Jenny Nitikromo, Slamet Nojoredjo, Muriël Sajoe, Ronald Sanrodji, Carla Soemanta, Diana Toemin dan Kemie Tosendjojo

Foto-foto dibuat oleh pewawancara atau berasal dari koleksi pribadi orang yang diwawancarai.

Film: Melvin Toemin, Jerrick Dolladi, Jeffrey Salimin dan Henry Dipokarto

Situs internet: Eric dan Ellen Sitinjak, Creja (Leiderdorp) dan Gridline (Amsterdam)

Sponsor: Ministerie van Onderwijs, Cultuur en Wetenschappen, Mondriaan Stichting dan Fonds1818

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Djoenerie

Achmad Djoeneri

Ik was 9 jaar toen Pater Spekman op bezoek kwam bij mijn opa, bij wie ik opgroeide. Pater Spekman sprak goed Javaans. Hij vroeg mijn opa...