Islam Jawa-Suriname di negeri Belanda

Kebanyakan orang Jawa-Suriname di Belanda beragama Islam. (Kelompok minoritas beragama Kristen). Secara global ada tiga jurusan agama. Yang pertama adalah Agama Jawa atau Kejawen. Dalam jurusan agama ini terdapat kombinasi ilmu tasawuf dan kepercayaan pada tenaga gaib dan mahluk ajaib dalam banyak upacara agama. Misalnya ada upacara penghormatan anggota keluarga yang telah meninggal dan tenaga-tenaga gaib dengan sajen kecil dari nasi, bunga-bunga dan air. Upacara bersaji itu disebut sajen. Terdapat juga upacara sehubungan dengan kehamilan, kelahiran dan kematian. Jurusan agama yang kedua menyatukan upacara agama itu dengan Islam. Para beriman mengaji dari Koran dan berdoa kepada Allah selama melakukan upacara agama mereka. Jurusan agama yang ketiga menganut Islam sesuai dengan persyaratan Kuran dan tulisan-tulisan Mohammed, alnabi, yang disebut hadis. Walaupun tidak ada angka-angka resmi, kesan adalah bahwa kebanyakan orang Jawa menggabungkan Islam dengan upacara pra-Islam. Pada waktu yang sama jumlah orang beriman yang mentaati persyaratan Islam terus bertumbuh. Sala satu misal adalah pendirian persatuan Islam di Rotterdam, Den Haag, Amsterdam, Hoogezand-Sappemeer dan Sint Michielsgestel. Di kota Den Haag misalnya perhimpunan Roekoen Islam bergiat; persatuan itu menyelenggarakan pendidikan Islam kepada remaja dan orang yang tua dan berupaya bagi keselamatan orang Jawa Islam. Di Sint Michielsgestel terdapat perhimpunan Rachmatullaah Islam yang aktif; dia menghubungkan kegiatannya dengan mesjid perumahan orang jompo Jawa-Suriname Nieuw Beekvliet. Diadakannya pertemuan religius sebagai salat Jumaat, pelajaran (digital) bahasa Arab dan bermacam-macam kegiatan kebudayaan dan olahraga. Persatuan itu mempunyai suatu panitia pemakaman yang mengurus pemeliharaan oranj Jawa yang telah meninggal dunia sehingga anggota keluarga dan teman-teman yang ketinggalan bisa melakukan upacara-upacara yang diperlukan selama pemakaman. Persatuan itu termashyur di segala daerah Noord-Brabant. Juga orang Islam daripada kelompok-kelompok masyarakat yang lain makin sering menemukan jalan menuju perhimpunan dan mesjid itu.


Mesjid di Meerzorg, Suriname, tahun 1963. Mesjidnya didirikan sekitar 1958. Pada pendiriannya letak geografisnya Suriname tidak diperhitungkan; akibatnya mihrab bukan pada sisi timur tetapi justru pada sisi barat.

Sumber-sumber:
Mingoen, H.K. (2001). ‘Surinaamse Javanen in Nederland: organisatievorming en maatschappelijke participatie’, artikel yang tidak dipublikasikan.
Rachmatullaah: Informatie bulletin vereniging Rachmattullaah Islam, eerste jaargang, nummer 1, april 1991.
Towikromo, Yvonne (1997). De islam van de Javaanse Surinamers: Een exploratief onderzoek naar de religieuze organisatievorming van de Javanen in Suriname en Nederland. Den Haag: AMRIT.

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Djoenerie

Achmad Djoeneri

Ik was 9 jaar toen Pater Spekman op bezoek kwam bij mijn opa, bij wie ik opgroeide. Pater Spekman sprak goed Javaans. Hij vroeg mijn opa...