Keluarga dan Asuhan

Keluarga dan Asuhan merupakan tema yang dibicarakan dalam sebagian besar riwayat hidup. Dalam cuplikan yang dipilih untuk situs ini, orang Jawa Suriname berbicara mengenai sejarah kerabat dan nenek moyang mereka. Karena itu kita tidak hanya mendapat gambaran mengenai silsilah mereka, tetapi juga mengenai hubungan dan ikatan keluarga. Bahwa orang Jawa Suriname mengenal konsep ‘kerabat’ yang khas, tidak hanya terbukti oleh kebiasaan untuk ‘meminjamkan’ anak kepada wanita atau suami-istri yang tidak mempunyai anak, namun juga oleh istilah ‘djadji’. Orang yang dibawa ke Suriname naik kapal yang sama, menganggap diri berkerabat. Setelah migrasi ke negeri Belanda, hubungan kerabat yang fiktif ini tetap dilestarikan.


Wanita Jawa Suriname di bawah payung, menggendong anak menggunakan selendang di Suriname, 1954.

Tema ini ditemukan dalam riwayat hidup:

Achmad Ismaïl

Antonius Dasiman Senawi

Bob Saradin

Carmen Karta

Carmen Soeroto

Djoeminadi Toemin

Harry Ponidin Tjodikromo

Herman Dijo

Herman Martimin Kromosono

Juliette Surip

Marlène Sopawiro-Sapoen

Masmin Ma-Oen

Matte Soemopawiro

Mike Wardi

Ngadimin Saridjo 

Nurman Pasaribu

Orlando Parmin Kromopawiro

Poniyem 

Richard Wir

Robert Samuel Bosari

Rudy Moekïat Samiran

Saimin Redjosentono

Sarmidi 

Simon Sanwikarja

Siyem

Wagiman (Sato) Atmopawiro

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Achmad_arievie_kasto_soetoredjo_08_portrait_18-april-2010

Achmad Arievie Kasto Soetoredjo

Pilihan untuk berangkat dari Suriname saya buat pada waktu Bouterse telah memegang kekuasaan. Pada waktu itu umur saya 22 tahun. Setiap kali...

Djoenerie

Achmad Djoeneri

Ik was 9 jaar toen Pater Spekman op bezoek kwam bij mijn opa, bij wie ik opgroeide. Pater Spekman sprak goed Javaans. Hij vroeg mijn opa...